Riskia Tri Meilanie

Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Pertumbuhan ternak sapi Pedet

September8

Pedet adalah sebutan bagi anak ternak sapi yang baru lahir hingga berumur 8 bulan. Pada saat lahir, pedet memiliki ukuran tubuh yang kecil, tetapi dengan kepala yang relative besar dengan kaki yang panjang. Hal ini disebabkan oleh proses pertumbuhan bagian tubuh yang memang berbeda-beda

Pada saat pedet lahir, pencapaian berat badan baru sekitar 8 %. Secara berurutan, yang tumbuh atau terbentuk setelah lahir adalah saraf, kerangka, dan otot yang menyelubungi seluruh kerangka. Semua itu sudah terbentuk sejak dalam kandungan. Kepala dan kaki merupakan bagian tubuh yang tumbuh paling awal dari pada bagian tubuh yang lain. Sedangkan bagian punggung, pinggang dan paha baru akan tumbuh kemudian.

Jika dibandingkan dengan ternak sapi dewasa, pedet atau anak sapi kakinya lebih tinggi dan dadanya lebih sempit. Kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan. Badannya lebih pendek atau dangkal dan tipis (kerempeng), serta ukuran kepalanya lebih pendek. Semakin bertambah umurnya, semakin memanjang ukuran kepalanya.

Tata cara pemeliharaan pedet merupakan salah satu bagian yang sangat penting. dalam mengelola peternakan. 3-4 hari setelah lahir, pedet harus segera mendapatkan kolostrum dari induknya, karena, tingkat kematian/ mortalitas dapat mencapai 16-20%.

Tiga bulan pertama adalah masa paling kritis, dimana tingkat kematian/ mortalitas pedet dapat mencapai 16-20%. Khususnya pada periode kolostrum ini, karena pedet belum bisa menghasilkan antibodi (immunoglobulin) di minggu pertama setelah kelahirannya dan harus mendapatkannya melalui kolostrum, agar tahan terhadap serangan penyakit.

Pemeliharaan dan perawatan pedet dapat dilakukan secara alami ataupun buatan. Pemeliharaan secara alami, dilakukan dengan cara membiarkan pedet selalu bersama induknya sampai dengan pedet disapih (umur 6 – 8 bulan), baik saat digembalakan ataupun di dalam kandang. Dengan cara ini pertumbuhan dan kesehatannya lebih terjamin, serta lebih ekonomis terutama dalam penggunaan tenaga kerja. Sedangkan pada pemeliharaan buatan, pedet diatur sepenuhnya oleh peternak.

Perhatian utama yang harus dilakukan, agar mendapatkan pedet yang berkualitas adalah :

Persiapan induk untuk melahirkan
Pengawasan kelahiran,
Penyediaan kandang yang sesuai untuk pembesaran pedet
Pemberian pakan yang tepat
Pencegahan penyakit atau pemeliharaan kesehatan.
Dengan memperhatikan faktor-faktor diatas, maka tujuan pembesaran pedet dapat tercapai yaitu :

Menghasilkan pedet dengan performa yang sesuai breed-nya dan meminimalkan kerugian baik dari kematian maupun penyakit
Mencapai kecepatan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang optimal
Mengoptimalkan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pakan (susu, konsentrat, dan hijauan), kesehatan ternak (biaya pengobatan), dan biaya operasional yang lain (peralatan, transportasi, bahan alas perkandangan dan lainnya)
Meminimalkan kebutuhan tenaga kerja
Memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada seperti kandang pembesaran dan ladang pengembalaan untuk grazing.

Berat pedet pada waktu lahir sangat bervariasi. Hal ini tergantung kepada jenis dan bangsa sapi yang bersangkutan. Misalnya berat ternak sapi yang berasal dari luar seperti Aberdeen angus 28 kg, shorthorn 30 kg, herford 34 kg. Target pemeliharaan pedet periode prasapih adalah mencapai bobot badan 65 kg pada saat umur 8 minggu atau umur sapih.

Pedet periode prasapih memerlukan pakan cair dan kering, dan sebaiknya diberikan campuran biji-bijian kering ketika berumur tiga hari. Pemberian pakan kering lebih awal sangat penting untuk menstimulasi perkembangan rumen. Pedet mengkonsumsi pakan kasar minimal 1 kg/hari. Setelah disapih konsumsi konsentrat pedet sekitar 2 kg/hari. Pedet pada periode ini diusahakan mencapai pertambahan bobot badan harian 0,7 kg.

Intensifikasi Ternak Ayam Buras

September8

1. PENDAHULUAN
Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat
mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana.

Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit.

2. BIBIT

Ciri-ciri bibit yang baik :

Ayam jantan
Badan kuat dan panjang.
Tulang supit rapat.
Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
Paruh bersih.
Mata jernih.
Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
Terdapat taji.
Ayam betina (petelur) yang baik
Kepala halus.
Matanya terang/jernih.
Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
Paruh pendek dan kuat.
Jengger dan pial halus.
Badannya cukup besar dan perutnya luas.
Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.
Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.
3. PEMELIHARAAN

Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :

Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri).
Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).
Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :

Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 – 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan.
Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 – 20 minggu.
Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (…. 2 tahun).
Untuk memperoleh telur tetas yang baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan untuk menghasilkan telur konsumsi, pejantan tidak diperlukan.

4. PERKANDANGAN

Fungsi kandang yaitu :

Untuk tempat berteduh dari panas dan hujan.
Sebagai tempat bermalam.
Untuk memudahkan tata laksana.
Syarat kandang yang baik, yaitu :

Cukup mendapat sinar matahari.
Cukup mendapat angin atau udara segar.
Jauh dari kediaman rumah sendiri.
Bersih.
Sesuai kebutuhan (umur dan keadannya).
Kepadatan yang sesuai.
Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama.
Kepadatan kandang :

Anak ayam beserta induk : 1 – 2 m 2 untuk 20 – 25 ekor anak ayam dan 1 – 2 induk.
Ayam dara 1 m 2 untuk 14 – 16 ekor.
Ayam masa bertelur, 1 – 2 m 2 untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor.
5. PAKAN

Zat-zat makanan yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral dan air. Adapun konsumsi pakan adalah sebagai berikut :

Anak ayam dara 15 gram/hari
Minggu I-III 30 gram/hari
Minggu III-V 60 gram/hari
Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
Induk 100 gram/hari
Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.

6. PENYAKIT DAN PENCEGAHAN

ND = Necastle Desease = Tetelo
Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.
Cacingan
Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.
CRD (pernafasan)
Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).
Berak Darah
Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dosis 0,012 -0,024% untuk 3 – 5 hari.
Pilek
Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 -7 hari.
Cacar
Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.

Mengenal Secara Sederhana Ternak Ayam Buras

September8

Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan. Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 – 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana. Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit.

Pelatihan Blog

September27

Selamat datang di Cyber Merpati

Hello world!

September27

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!